Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – Ketua KUD Sejahtera, Drs. Tamrin, M.Si., melakukan kunjungan ke AKPY-STIPER dalam rangka menjajaki kerja sama pengolahan limbah cair dan padat dari pabrik kelapa sawit (PKS) yang dikelola bersama PT PUSSA (Putra Utama Sawit Sungai Angit). Hal tersebut dilakukan pada Selasa, 21 April 2026.
Kunjungan ini menjadi langkah awal kolaborasi antara koperasi yang juga memiliki saham di PKS yang berlokasi di Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, dengan institusi pendidikan yang memiliki kompetensi di bidang perkebunan dan teknologi pengolahan limbah.
Dalam pertemuan tersebut, Tamrin menyampaikan bahwa pengelolaan limbah sawit, baik limbah cair (Palm Oil Mill Effluent/POME) maupun limbah padat seperti tandan kosong dan cangkang, masih menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri sawit berbasis koperasi.
“Kami melihat potensi besar dari limbah sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui kerja sama dengan pihak kampus, kami berharap ada solusi inovatif yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomi,” ujarnya saat ditemui usai kunjungan.
Pihak AKPY-STIPER menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai kolaborasi ini dapat menjadi wadah implementasi riset terapan, khususnya dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah menjadi produk turunan seperti pupuk organik dan biomassa.
“Selain itu, kerja sama ini juga berpotensi membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proyek lapangan, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri,” kata Wakil Direktur AKPY-STIPER, Dr. Idum Satia Santi.
“Peluang kerja sama ini juga bisa mengembalikan lulusan AKPY-STIPER ke daerah Musi Banyuasin untuk mengimplementasikan ilmunya dalam rangka mengembangkan perkelapasawitan di daerah tersebut,” imbuhnya.
Lebih lanjut Tamrin menambahkan, sebagai koperasi yang menaungi petani sawit, KUD Sejahtera ingin memastikan bahwa operasional pabrik tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
“Kami ingin limbah sawit tidak lagi menjadi beban, tetapi justru menjadi sumber nilai tambah bagi koperasi dan masyarakat sekitar,” katanya.
“Ke depan, hasil penjajakan ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama konkret, termasuk penyusunan kajian teknis dan pilot project pengolahan limbah sawit yang terintegrasi,” pungkas pria yang saat ini menjadi legislator tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Sumber : Sawit Indonesia