Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma (SALMA),
Ditjen Perkebunan – Kementerian Pertanian, Ir. Baginda Siagian, M.Si, sampaikan
pesan penting untuk mahasiswa AKPY ‘STIPER’ yang harus dikuasai sebagai bekal
menjadi SDM unggul di industri sawit. Hal tersebut diucapkan, saat mengunjungi
kegiatan Learning Factory AKPY ‘STIPER’ 2026, pada Jum’at (30 Januari
2026), di KP2 SEAT (STIPER Edu Agro Tourism), Ungaran – Jawa Tengah. Kehadirannya
merupakan rangkaian dari monitoring dan pembinaan kepada para mahasiswa
penerima fasilitas Beasiswa SDM Sawit, dalam rangka mendukung perkelapasawitan
nasional berkelanjutan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM).
Menurut Baginda, empat hal yang harus dikuasai calon-calon
pemimpin di dunia kerja tak terkecuali di industri sawit yaitu skill yang
kompeten, jangan terpaku pada substansi (hal teknis), komunikasi dan
integritas. “Sebagai calon pemimpin meski di level bawah (Mandor), di
perusahaan sawit, harus memiliki skill yang kompeten sesuai
bidangnya. Selanjutnya, di dunia kerja tidak harus terpaku pada hal teknis dan
substansi tetapi mampu mengelaborasi dengan kondisi lapangan. Dengan kata lain
bisa memberikan solusi ketika menghadapi permasalahan di lapangan. Lalu, harus
tahu apa yang dilakukan orang lain. Ini akan membuka kesempatan dan penilaian
dari perusahaan,” jelasnya. “Lalu, skill berikutnya yang perlu dikembangkan
adalah komunikasi. Komunikasi dengan yang selevel, di atasnya atau di bawahnya
harus bisa berjalan dengan baik. Meskipun teknik komunikasinya berbeda. Dan,
yang tidak kalah adalah integritas.
Sepintar atau sehebat apapun kita, kalau integritasnya nol
di mata di siapa pun tidak ada harganya. Empat hal tersebut harus terus diasah
dan dikembangkan para calon pemimpin-pemimpin masa depan,” imbuh Baginda. Lebih
lanjut, ia mengatakan kalian (para mahasiswa AKPY ‘STIPER’ dari proses seleksi
bisa sampai di tahap ini adalah bagian dari perjalanan. Bahkan, bisa disebut
takdir. Maka, jangan puas dengan takdir yang ada saat ini melainkan harus terus
diupayakan menjadi yang terbaik sebagai bekal perjalanan berikutnya. “Misalnya,
kelak kalian berkerja di perusahaan sawit sebagai Mandor, maka tunjukkan
kinerja yang terbaik. Saya yakin perusahaan akan memberikan penilaian dan
membuka jalan untuk berkarier. Selama kalian bisa mengembangkan potensi diri,
maka perusahaan akan memberikan reward,” katanya. “Kuncinya
kembangkan terus potensi diri, jangan mau kalah dengan mahasiswa lulusan dari
jenjang pendidikan lainnya. Intinya, kalian sangat terbuka kesempatannya untuk
mengembangkan diri untuk meningkatkan kompetensi,” kata Baginda. “Kalian dengan
saya tidak ada bedanya, kesempatannya sama-sama mengawali karier sebagai staff
hingga nantinya bisa menjadi pimpinan.
Kalau memang nantinya lulusan AKPY ‘STIPER’ punya kemampuan dan skill yang mumpuni tunjukkan saat berkarya di perusahaan. Maka, kesempatan untuk berkarier terbuka lebar. Apa yang dipelajari selama menempuh pendidikan di AKPY ‘STIPER’ itulah yang diaplikasikan atau diimplementasikan di dunia kerja,” pungkasnya. Sebagai informasi, mahasiswa AKPY ‘STIPER’ terdiri dari jenjang Diploma I (251 mahasiswa program studi Pembibitan Kelapa Sawit dan 259 mahasiswa program studi Pemeliharaan Kelapa Sawit) dan Diploma II (29 mahasiswa program studi Teknik Budi Daya Kelapa Sawit dan 31 mahasiswa program studi Teknik Pengolahan Kelapa Sawit). Dengan rincian, sebanyak 539 mahasiswa mendapat fasilitas dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) – Ditjen Perkebunan atau Beasiswa SDM Sawit, 19 mahasiswa Beasiswa (KIP Kuliah), dan 12 mahasiswa regular. Dalam kegiatan Learning Factory AKPY ‘STIPER’ 2026, terbagi menjadi tiga kloter. Kloter I diikuti 199 mahasiswa, kloter II (206 mahasiswa), kloter III (163 mahasiswa), dan tambahan (ekstra) untuk mahasiswa Diploma II (60 mahasiswa).
Sumber : Sawit Indonesia