Yogyakarta, SAWIT INDONESIA — Sebanyak 250 peserta mengikuti Workshop UMKM Sawit yang diselenggarakan AKPY-STIPER di Yogyakarta selama dua hari (Kamis-Jum’at, 23-24 April 2026). Kegiatan ini diikuti siswa, mahasiswa, pelaku usaha, dan masyarakat umum.
Sejak hari pertama, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi pemaparan materi, diskusi, hingga sesi tanya jawab dengan narasumber. Materi yang disampaikan mencakup pengembangan produk turunan kelapa sawit, peluang pasar, serta strategi menghadapi tantangan UMKM berbasis sawit.
Partisipasi peserta tercatat tetap tinggi hingga penutupan acara. Sejumlah peserta juga terlibat aktif dalam diskusi dan berbagi pengalaman terkait pengembangan usaha di sektor sawit.
Antusias peserta juga terlihat pada hari kedua, menyimak penjelasan dan melihat langsung praktik pembuatan Body Butter, lilin aromaterapi dan sabun dari produk turunan sawit.
Ketua Pelaksana Workshop & Conference UMKM Sawit Jogja 2026, Dr. Idum Satia Santi, S.P, M.P mengatakan tingginya partisipasi peserta menunjukkan minat besar terhadap pengembangan UMKM sawit.
“Semangat peserta terlihat sejak awal hingga sesi praktik pembuatan produk berbahan turunan sawit. Mereka aktif dan menunjukkan minat besar,” ujarnya.
Salah satu peserta, Zul Fadla Jamil dari INSTIPER Yogyakarta, menyatakan kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan di luar perkuliahan, terutama terkait pemasaran dan pengembangan usaha.
Ia juga mengaku memperoleh pemahaman mengenai potensi kelapa sawit sebagai bahan baku berbagai produk bernilai tambah serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi dan berjejaring.
Peserta lain dari kalangan akademisi menilai pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dengan materi yang bersifat teoritis dan aplikatif. Menurutnya, penyampaian materi dan pendampingan selama kegiatan membantu peserta memahami penerapan di lapangan.
Panitia menyatakan kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengalaman, memperluas jaringan, serta membuka peluang kolaborasi antara dunia usaha dan pendidikan.
Ke depan, AKPY-STIPER bersama dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan berencana kembali menggelar kegiatan serupa dengan konsep yang berbeda.
“Kami akan terus menghadirkan program untuk mendukung pengembangan UMKM sawit, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kualitas produk,” pungkas Dr. Idum.
Sumber : Sawit Indonesia