YOGYAKARTA — Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY ‘STIPER’) secara resmi memberangkatkan dan mengantarkan sebanyak 59 mahasiswa yang tergabung dalam Kloter 1 untuk melaksanakan program magang institusional di Karyamas Plantation. Kegiatan pengantaran mahasiswa ini didampingi langsung oleh dosen pendamping akademis, Bapak Arief Panca Putra, S.T.P., M.Si., serta Ibu Erin selaku HRD Karyamas Plantation yang turut mengawal perjalanan dan memastikan kesiapan mahasiswa setibanya di lokasi industri. Pengantaran Kloter 1 ini menandai dimulainya darmabakti dan fase pembelajaran praktis lapangan yang dirancang untuk menjembatani teori akademik di kampus dengan realita operasional di industri kelapa sawit secara nyata.
Setibanya di lokasi, rombongan dari AKPY STIPER disambut dengan suasana hangat dan penuh keramahan oleh jajaran manajemen perusahaan di Karyamas Plantation Training Center yang berlokasi di Kebun Seriang Estate, Region Badau. Prosesi penyambutan ini langsung dilanjutkan dengan acara pembukaan resmi sekaligus serah terima mahasiswa magang dari pihak kampus kepada pihak perusahaan. Upacara serah terima dilakukan secara khidmat oleh perwakilan pimpinan Karyamas Plantation Region Control (RC) Badau, Bapak Tumbur Pardede, didampingi oleh jajaran Estate Manager dari berbagai region, termasuk Seriang Estate dan Sungai Besar.
Dalam sambutannya yang hangat dan membangun semangat, Bapak Tumbur Pardede menyampaikan apresiasi tinggi atas kedatangan Kloter 1 mahasiswa AKPY STIPER. Beliau menyampaikan ucapan selamat datang secara langsung, "Welcome, selamat datang di Karyamas Plantation Training Center," sebagai bentuk keterbukaan industri dalam menerima para calon praktisi perkebunan ini. Bapak Tumbur juga menggarisbawahi bahwa para mahasiswa memiliki peluang besar karena sejak di kampus pun telah dibimbing oleh para praktisi kebun senior yang menjadi dosen di AKPY STIPER. Melalui program magang ini, diharapkan hubungan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri perkebunan kelapa sawit dapat terjalin semakin kuat dan berkelanjutan.
Kepada 59 mahasiswa yang akan menjalani masa magang selama tiga bulan—dengan skema satu bulan sebagai karyawan lapangan dan dua bulan sebagai supervisor—Bapak Tumbur Pardede menekankan agar para peserta memiliki motivasi tinggi sejak awal. Beliau menegaskan, "Yang paling utama itu adalah semangat, kemauan. Itu yang paling utama. Kalau kita sudah semangat, kita sudah mau, semuanya itu pasti berjalan dengan baik."
Lebih lanjut, beliau berpesan agar mahasiswa aktif menggali ilmu kebun terapan dan tidak bersikap pasif selama berada di lingkungan kerja. "Harus ada ditumbuhkan rasa keingintahuan daripada adik-adik. Cari, gali ilmu sebanyak-banyaknya dengan cara apa? Jangan pasif. Harus proaktif untuk bertanya," ungkapnya menekankan pentingnya komunikasi dua arah di lapangan.
Selain aspek kompetensi individu, perusahaan menekankan pentingnya membangun sinergi dan kerja sama tim (teamwork). Operasional perkebunan sawit merupakan industri padat karya yang kesuksesannya bergantung penuh pada performa kelompok, bukan individu semata. Menutup arahannya, Bapak Tumbur Pardede mengingatkan para mahasiswa agar mampu membaur di lingkungan perkebunan, "Di perkebunan kelapa sawit ini pencapaian target merupakan kerja tim. Di sini selain pintar, kita harus bisa juga bersosialisasi dan memasuki dalam satu tim kerja. Orang yang sukses adalah orang yang bisa bekerja dalam tim."
Pihak manajemen Karyamas Plantation juga membekali mahasiswa dengan wawasan mengenai tantangan nyata di lapangan, termasuk pengenalan topografi wilayah operasional perkebunan yang bervariasi, mulai dari area datar hingga area berbukit ekstrem yang memiliki sistem terasering hingga 72 tingkat. Mahasiswa diharapkan memiliki mentalitas perkebunan yang tangguh, loyal, dan menunjukkan totalitas dalam bekerja. Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan SDM perkebunan, perusahaan bahkan membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa magang yang menunjukkan prestasi dan dedikasi luar biasa untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang didanai penuh oleh Karyamas Plantation.
Rangkaian acara pengantaran dan serah terima ini berjalan dengan lancar dan sukses. Melalui draf kerja sama dan penerimaan yang hangat ini, Kloter 1 mahasiswa AKPY STIPER dinilai telah memiliki kesiapan mental dan akademis yang matang dalam menghadapi dunia industri. Kegiatan pembukaan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan orientasi wilayah awal, menandai resminya mahasiswa AKPY STIPER memulai praktik lapangan mereka untuk menyerap manfaat magang secara maksimal demi kemajuan industri kelapa sawit nasional.